Sosialisasi Perkembangan Perekonomian Indonesia dan Tantangan di Masa Depan


sosialisasi1

Memanfaatkan momentum pelaksanaan seminar internasional 2 tahunan yang digagas oleh PPI Jerman bekerja sama dengan PPI Hamburg dan didukung oleh KJRI Hamburg dan KBRI Berlin melalui International Conference of Integrated Intellectual Community(ICONIC) pada tanggal 29 – 30 Oktober 2016, KJRI Hamburg telah mengundang Ekonom Senior Indonesia, Faisal Basri, untuk dapat memberikan pemaparan mengenai perkembangan kinerja ekonomi Indonesia. Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna KJRI Hamburg pada tanggal 31 Oktober 2016.

Salah satu agenda utama kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh sekitar 50 perwakilan berbagai organisasi kemasayarakatan yang ada di wilayah Hamburg adalah untuk memberikan informasi komprehensif mengenai analisa kinerja ekonomi Indonesia dalam 2 tahun terakhir serta outlook pertumbuhan ekonomi ke depan. Faisal Basri menyampaikan bahwa secara garis besar, kinerja perekonomian setiap negara tidak terlepas dari situasi politik yang sedang berlangsung di suatu negara. Di sisi lain, pelaksanaan politik di suatu negara juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara itu sendiri.

Dalam paparannya, Ekonom Senior dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut menampilkan berbagai indikator ekonomi yang dapat merepresentasikan dan mengupas secara mendalam kondisi ekonomi riil saat ini. Beberapa indikator yang ditampilkan diantaranya konsentrasi dan distribusi alokasi sumber daya perekonomian Indonesia, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2009 hingga kuartal I 2016, tingkat pertumbuhan antar wilayah di Indonesia, serta kinerja perdagangan dan investasi Indonesia. Selain membahas kinerja perekonomian domestik, Faisal Basri membahas peranan situasi ekonomi global, baik pada tataran ASEAN maupun lintas regional, yang secara langsung turut berperan dalam mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia dalam 2 tahun terakhir.

Selama sesi diskusi, beberapa hal turut mengemuka yang secara umum ditujukan untuk memberikan sumbang saran terkait langkah strategis ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan perekoniman Indonesia. Perumusan sistem pendidikan menggunakan pendekatan output perlu dijajaki dan diaplikasikan sebagai salah satu cara menghindari resiko middle income trap yang dapat menerpa Indonesia dalam 30 tahun ke depan. Kesiapan kualitas dan kuantitas SDM merupakan salah satu kunci untuk dapat mengatasi resiko tersebut. Selain itu, diperlukan sinkronisasi dan konsolidasi lebih mendalam antara visi pembangunan jangka menengah dengan langkah strategis dan teknis untuk dapat menghasilkan bauran kebijakan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkesinambungan.

Sumber: F. Ekonomi/ KJRI Hamburg​

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>